Diantara kita tentunya sudah sering membaca dan mendengar tentang hal bagaimana terbentuknya sebuah kebiasaan yang berlangsung terus menerus yang akhirnya membuat kita tidak mempunyai jalan lain, namun tidak ada salahnya jika kita mengulang membaca kembali bagaimana paradigma dalam arti agak sedikit negative terbentuk, yo kita mengulang kembali,
Sekelompok peniliti menempatkan 5 ekor kera dalam satu kandang dan ditengahnya diletakan sebuah tangga dengan satu sisir pisang diatasnya, pada saat seekor kera akan memanjat tangga untuk mengambil pisang tersebut sang peneliti menyiram kera tersebut dengan menyemprotkan air dingin juga kepada kera-kera yang tidak memanjat.
Selanjutnya setiap ada kera yang hendak memanjat tangga untuk mengambil pisang, kera kera yang lain menariknya untuk menjauhi tangga, begitu seterusnya berulang-ulang.
Dan apa yang terjadi? Tidak ada seekor kerapun yang berani memanjat tangga tersebut.
Melihat kera kera tidak ada yang berani memanjat tangga sang peneliti akhirnya memasukkan seekor kera baru kedalam kandang, dan hal pertama yang dilakukan kera baru tersebut adalah memanjat tangga untuk mengambil pisang......yang langsung dicegah oleh kera kera lainnya...
Setelah berulang kali berusaha memanjat tangga dan berulang kali pula dicegah, akhirnya kera baru inipun jera untuk memanjat, meski tidak tau apa alasannya.
Sang peneliti akhirmya memasukkan kera baru kedua dan hal pertama yang dilakukan kera baru kedua adalah memanjat tangga untuk mengambil pisang dan kejadian terulang kembali, kera kera lama mencegah dan kera baru yang pertama juga ikut serta mencegah kera baru kedua memanjat...
Kera baru ketiga segera masuk, kejadian terulang lagi hingga kera baru keempat dan kelima masuk kandangpun kejadian mencegah naik tangga tetap berulang
Sekarang dalam kandang ada 5 ekor kera baru yang tidak pernah kena siram dan semprotan air dingin namun tetap melanjutkan untuk mencegah kera lainnya untuk memanjat tangga.
Jika memungkinkan kita bertanya kepada kera kera tersebut mengapa mereka saling cegah siapapun yang hendak memanjat tangga.... dan jawabanya adalah ”saya juga tidak tau, dari dulu aturannya sudah seperti itu disini....
Bukankah ini juga terjadi pada diri kita dan mungkin kandang (baca kantor atau lingkungan) kita?.....jangan buang kesempatan untuk terus menerus belajar dan berbagi dengan rekan sekerja, rekan blogger, dengan menanyakan mengapa kita harus lanjut melakukan sesuatu yang ’kurang’ jelas jika ternyata kemudian banya jalan menuju roma......
Senin, 30 Maret 2009
Selasa, 24 Maret 2009
Pengaruh Rutinitas (3)
Rutinitas yang kita kerjakan haruslah rutinitas untuk mencapai hasil yang tidak rutin
Kita harus menstrategikan rutinitas kerja kita sebagai cara untuk menemukan terobosan baru yang mengangkat rutinitas kita lebih berkwalitas yang juga harus segera kita tinggalkan.
Rutinitas yang harus kita lakukan adalah rutinitas yang membangun disiplin untuk selalu menemukan hal-hal baru yang dapat kita lakukan dengan cara-cara yang baru yang telah kita kenal yang lebih efisien dan memaksimalkan kepuasan prestasi.
Kita harus menstrategikan rutinitas kerja kita sebagai cara untuk menemukan terobosan baru yang mengangkat rutinitas kita lebih berkwalitas yang juga harus segera kita tinggalkan.
Rutinitas yang harus kita lakukan adalah rutinitas yang membangun disiplin untuk selalu menemukan hal-hal baru yang dapat kita lakukan dengan cara-cara yang baru yang telah kita kenal yang lebih efisien dan memaksimalkan kepuasan prestasi.
Pengarus Rutinitas (2)
Rutinitas yang tidak kita jadikan strategi akan berkembang menjadi kebiasaan yang mengecilkan kita
Mungkin karena kesibukan yang kita lakukan untuk memenuhi jadwal yang kita susun sebelumnya, tidak sedikit dari kita yang akhirnya bekerja dalam rutinitas yang akhirnya menolak adanya perubahan.
Seperti kalau kita perhatikan bahwa apapun yang bukan hak seseorang tetapi kalau kita biarkan diterimanya secara rutin, seolah-oleh nantinya akan menjadi hak pribadinya.
Bisa kita bayangkan apa yang akan menjadi beban kita bila keselarasan sikap yang terbangun selama ini adalah perasaan berhak untuk menikmati karir yang tidak mengharuskan pencapaian hasil yang spektakuler, tetapi yang tetap menuntut kesejahteraan yang tidak ada hubungannya dengan kualitas hasil pekerjaan kita?
Mungkin karena kesibukan yang kita lakukan untuk memenuhi jadwal yang kita susun sebelumnya, tidak sedikit dari kita yang akhirnya bekerja dalam rutinitas yang akhirnya menolak adanya perubahan.
Seperti kalau kita perhatikan bahwa apapun yang bukan hak seseorang tetapi kalau kita biarkan diterimanya secara rutin, seolah-oleh nantinya akan menjadi hak pribadinya.
Bisa kita bayangkan apa yang akan menjadi beban kita bila keselarasan sikap yang terbangun selama ini adalah perasaan berhak untuk menikmati karir yang tidak mengharuskan pencapaian hasil yang spektakuler, tetapi yang tetap menuntut kesejahteraan yang tidak ada hubungannya dengan kualitas hasil pekerjaan kita?
Pengaruh Rutinitas (1)
Bila kita terbiasa dengan rutinitas, kita akan melihat segala sesuatu sebagai keharusan
Kita sulit membangun semangat diri kita sendiri bila sudah terbiasa dengan rutinitas, karena kita melihat apapun yang baru sebagai tambahan beban diatas beban rutin yang sekarang sedang kita pikul. Karena segala sesuatu menjadi keharusan, maka kita akan menghindari pekerjaan dan bila harus bekerja maka kita akan bekerja sesedikit mungkin, karena semuanya rutin maka kita tidak melihat adanya keuntungan ekstra yang membuat kita lebih berkualitas.
Kita akan melihat inisiatif yang dilakukan orang lain dengan pertanyaan yang rutin juga ”keuntungan untuk saya apa?”
Kita sulit membangun semangat diri kita sendiri bila sudah terbiasa dengan rutinitas, karena kita melihat apapun yang baru sebagai tambahan beban diatas beban rutin yang sekarang sedang kita pikul. Karena segala sesuatu menjadi keharusan, maka kita akan menghindari pekerjaan dan bila harus bekerja maka kita akan bekerja sesedikit mungkin, karena semuanya rutin maka kita tidak melihat adanya keuntungan ekstra yang membuat kita lebih berkualitas.
Kita akan melihat inisiatif yang dilakukan orang lain dengan pertanyaan yang rutin juga ”keuntungan untuk saya apa?”
PENGARUH RUTINITAS
Berhati-hatilah dengan pekerjaan-pekerjaan yang rutin dalam organisasi kita
Seperti kita sebagai pribadi, suatu organisasi tidak mungkin mencapai hasil yang luar biasa melalui pekerjaan-pekerjaan rutin, maka pastikanlah bahwa organisasi kita tidak mengerjakan pekerjaan sebagai rutinitas.
Sebuah pekerjaan yang awalnya sangat menantang dan menggairahkanpun akan menjadi rutinitas yang melemahkan, bila kita tidak membangun variasi-variasi baru dari apa yang harus kita kerjakan, cara-cara mengerjakannya, dan alasan-alasan untuk mengerjakannya harus dengan kesungguhan yang besar.
Seperti kita sebagai pribadi, suatu organisasi tidak mungkin mencapai hasil yang luar biasa melalui pekerjaan-pekerjaan rutin, maka pastikanlah bahwa organisasi kita tidak mengerjakan pekerjaan sebagai rutinitas.
Sebuah pekerjaan yang awalnya sangat menantang dan menggairahkanpun akan menjadi rutinitas yang melemahkan, bila kita tidak membangun variasi-variasi baru dari apa yang harus kita kerjakan, cara-cara mengerjakannya, dan alasan-alasan untuk mengerjakannya harus dengan kesungguhan yang besar.
Langganan:
Komentar (Atom)