Senin, 30 Maret 2009

Terbentuknya Paradigma

Diantara kita tentunya sudah sering membaca dan mendengar tentang hal bagaimana terbentuknya sebuah kebiasaan yang berlangsung terus menerus yang akhirnya membuat kita tidak mempunyai jalan lain, namun tidak ada salahnya jika kita mengulang membaca kembali bagaimana paradigma dalam arti agak sedikit negative terbentuk, yo kita mengulang kembali,

Sekelompok peniliti menempatkan 5 ekor kera dalam satu kandang dan ditengahnya diletakan sebuah tangga dengan satu sisir pisang diatasnya, pada saat seekor kera akan memanjat tangga untuk mengambil pisang tersebut sang peneliti menyiram kera tersebut dengan menyemprotkan air dingin juga kepada kera-kera yang tidak memanjat.

Selanjutnya setiap ada kera yang hendak memanjat tangga untuk mengambil pisang, kera kera yang lain menariknya untuk menjauhi tangga, begitu seterusnya berulang-ulang.

Dan apa yang terjadi? Tidak ada seekor kerapun yang berani memanjat tangga tersebut.

Melihat kera kera tidak ada yang berani memanjat tangga sang peneliti akhirnya memasukkan seekor kera baru kedalam kandang, dan hal pertama yang dilakukan kera baru tersebut adalah memanjat tangga untuk mengambil pisang......yang langsung dicegah oleh kera kera lainnya...

Setelah berulang kali berusaha memanjat tangga dan berulang kali pula dicegah, akhirnya kera baru inipun jera untuk memanjat, meski tidak tau apa alasannya.

Sang peneliti akhirmya memasukkan kera baru kedua dan hal pertama yang dilakukan kera baru kedua adalah memanjat tangga untuk mengambil pisang dan kejadian terulang kembali, kera kera lama mencegah dan kera baru yang pertama juga ikut serta mencegah kera baru kedua memanjat...

Kera baru ketiga segera masuk, kejadian terulang lagi hingga kera baru keempat dan kelima masuk kandangpun kejadian mencegah naik tangga tetap berulang

Sekarang dalam kandang ada 5 ekor kera baru yang tidak pernah kena siram dan semprotan air dingin namun tetap melanjutkan untuk mencegah kera lainnya untuk memanjat tangga.

Jika memungkinkan kita bertanya kepada kera kera tersebut mengapa mereka saling cegah siapapun yang hendak memanjat tangga.... dan jawabanya adalah ”saya juga tidak tau, dari dulu aturannya sudah seperti itu disini....

Bukankah ini juga terjadi pada diri kita dan mungkin kandang (baca kantor atau lingkungan) kita?.....jangan buang kesempatan untuk terus menerus belajar dan berbagi dengan rekan sekerja, rekan blogger, dengan menanyakan mengapa kita harus lanjut melakukan sesuatu yang ’kurang’ jelas jika ternyata kemudian banya jalan menuju roma......



19 komentar:

  1. yah, terkadang kita tanpa sadar terjebak (atau menjebak diri...?) mengekor kebiasaan-kebiasaan yang sudah mengakar di sekeliling kita. tanya kenapa....??????????

    BalasHapus
  2. eh, nambah. select profile-nya yang name/URL kok ndak ada Mas? btw matur tengkyu untuk apresiasinya

    BalasHapus
  3. Mbak Ona, saya sangat tersanjung, Terima kasih atas kunjungannya.......

    BalasHapus
  4. postingan menarik yang mesti di baca.......

    BalasHapus
  5. postringan yang menarik....yang sarat akan informasi.....god luck yah

    BalasHapus
  6. Terimakasih atas komentarnya.....

    BalasHapus
  7. Selamat maslam Mas Budi Warsana, by the way, DKI daerah mana Mas, kali bisa ketemu, karena saya kerja di daerah Jak Sel, dan applous untuk anda mas Budi, jika tidak mau ambil resiko dan mencoba pastinya kera tersebut ga akan dapat pisang ya tho mas, salam sukses. oh ya mas berbagi info aja, coba baca artikel terbaruku tentang prospek bisnis indonesia, tentang kerja input data, peluang bagus lho mas silahkan pelajari, salam hangat dari BBM

    BalasHapus
  8. @ Pak Muklis yang baik, terimakasih saya jadi tersanjung atas kunjungan dan komentarnya, salam

    BalasHapus
  9. niccceee innnffoooo mmaaassss

    BalasHapus
  10. nice info mas...
    MAsih ada hubungannya dengan artikel saya, Bagaimana mindset mempengaruhi kesuksesaTerus berkarya,,, berikan yg terbaik untuk bangsa ini!

    BalasHapus
  11. Salam,
    Saya senang dengan karakter analoginya...
    pesannya benar-benar nyampe.

    "Jangan Hanya mengamini hal-hal yg belum anda buktikan"

    saya senang dengan artikel ini...mantap mas

    Fadly Muin

    BalasHapus
  12. @ Mas Henky, thx atas kunjungannya
    @ Cak Arief, Terimakasih atas artikelnya yang banyak mencerahkan...
    @ Pak Fadly Muin, tersanjung sy atas komentar dan kunjungannya, terimakasih

    BalasHapus
  13. Artikel yang sangat bagus, dapat menambah ilmu dan bisa saling berbagi.
    Sukses selalu.

    BalasHapus
  14. Banyak yg tidak tahan dengan dinginnya air (tempaan), banyak pula yang tidak tau bahwa ada saatnya ilmuan itu lengah/istirahat (peluang/kesempatan).
    Nice posting mas, salam kenal.

    BalasHapus
  15. Posting yang luar biasa !
    Heem.. terkadang orang lain lebih keras menghalangi karena takut terciprat tidak enaknya...
    akhirnya semua jadi tidak bisa menjadi yg lbh baik...

    BalasHapus
  16. hmm...betul mas, kadang kita sering menakutkan hal yang belum tentu menakutkan,,
    mengkhatirkan hal yang tidak perlu dikhawatirkan..
    dan itu terjadi karena pikiran kita sendiri yang tidak mempunyai benteng sehingga mudah mengikuti paradigma umum...

    BalasHapus
  17. Kembali berkunjung, cari info baru nih :)

    BalasHapus
  18. Wah..
    Dalam hipnoterapi, mungkin kebiasaan jelek tersebut sudah tertanam dalam subconscius mind kita kali ya..
    Menurut saya lebih baik melakukan hal yang menurut kita terbaik, daripada melakukan yang terbaik menurut orang lain..

    Salam sukses :)

    BalasHapus
  19. Artikel yang menggelitik...
    Kalau mau maju harus berani breaking the window
    salam kenal dan sukses mas budi
    ps. terima kasih kunjungannya ke situsku yang masih belepotan (http://wowbisnis.com)

    BalasHapus

silahkan menuliskan komentar disini