Niat pemerintah untuk melakukan pengairan di Waduk Jatigede,
Sumedang, Jawa Barataman dilakukan Senin (31/8) esok. Tapi, Direktur Eksekutif
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat Dadan Ramdan mengatakan,
masih ada ribuan warga yang bertahan dan belum mau pindah. (Sumber: CNN Indonesia)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melanjutkan programnya
untuk meratakan sejumlah bangunan yang terletak di pinggir kali Ciliwung,
Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (22/8). Warga Kampung Pulo turut
menyaksikan penghancuran rumah di bantaran kali Ciliwung. (Republika 22 Agustus 2014)
Revitalisasi Sungai Cikapundung yang akan dijadikan ruang
publik harus menggusur warga yang tinggal di bantaran sungai. Sejak 2013 lalu,
proyek ini tak kunjung rampung, selain pengerjaanya ditunda, juga Pemkot
Bandung belum berhasil melobi warga.(Detik 31 Agustus 2015)
Untuk alasan pembangunan kerap dibarengi dengan hiruk pikuk
menggusur bangunan rumah warga atau memindahkan warga secara secara paksa
dengan mendapat ganti rugi atau tanpa ganti rugi, di dalamnya termasuk pembangunan
jalan raya, jalan tol, jembatan dan ruang terbuka hijau. Kadang ada pemikiran
pembangunan ini sebenarnya untuk siapa? Siapa yang menikmati pembangunan? Siapa
yang berkorban untuk pembangunan? Siapa diuntungkan? Siapa dirugikan? Akibat pembangunan
selalu ada.
Diresmikannya jalan tol Purbaleunyi yang menghubungkan dan memperlancar
serta memperpendek jarak antara Jakarta-Bandung juga lumayan banyak menggusur
area dan moda transportasi masyarakat, dampak yang bisa diketahui dengan
diresmikannya tol Purbaleunyi diantaranya adalah arus penumpang pengguna Kereta
Api menyusut drastis hingga KAI menjadwal ulang pemberangkatan rangkaian KA dan
menghapus KA Parahiyangan yang legendaris. Pada jalur jalan jalan Kerawang - Purwakarta
- Bandung pedagang oleh-oleh dan restoran merasakan dampaknya dengan berkurangnya
pembeli, sedangkan dilain pihak berkembang moda transportasi penumpang shuttle yang
awalnya dilayani travel 4848 dengan Torana-nya yang joknya empuk mentul-mentul .
Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dengan Madura dinilai
dapat meningkatkan pembangunan di wilayah pulau Madura dan meningkatkan
mobilisasi warga, namun disisi lain jembatan Suramadu membuat pelabuhan
penyeberangan di Tanjung Perak Surabaya dan di Kamal Madura menjadi sepi karena
penumpang ferry beralih melalui jembatan Suramadu dan merugikan pedagang kecil
yang berjualan di area tersebut.
Begitupun dengan beroperasinya jalan tol Cipali yang
menghubungkan Cikopo dan Palimanan sehingga arus lalu lintas dari Sumatera
melalui pelabuhan Merak bisa melalui told an tol hingga Palimanan yang kelak
juga akan tersambung hingga Surabaya.
Pembangunan selalu menimbulkan akibat yang menguntungkan,
bermanfaat atau tidak menguntungkan atau bahkan tidak bermanfaat dari sisi mana melihatnya, dan beruntungnya di
Indonesia segalanya boleh dikritisi, dicereweti dan diumpat, apalagi bila yang
melakukan adalah bukan kelompoknya atau lawan politik.
Sudut pandang, cara pandang dan waktu pandang.
Jakarta, 31 Agustus 2015
Salam,
bud

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silahkan menuliskan komentar disini